Indescribable place
Someday will be there...
Aamiin ya rabb
Continue Reading...
 
Rohmatullah.com - Sampurasun! :) Mohon maaf sebelumnya karena blog ini sudah lama ga update postingan, langsung saja sekarang aku mau men-share pengalaman berlibur selama beberapa hari di Singapore a.k.a Singapura.

Hampir semua spot di Singapura itu instagram-able karena memang infrastrukturnya selain modern juga tertata rapih, ditambah lagi masyarakatnya yang sadar akan aturan menambah keelokan negeri ini, namun satu hal yang ga dimiliki sama Singapura itu alam nya yang tidak seluas dan seindah Indonesia.

Landmark Singapura yang mendunia, patung Merlion

Bagaimana pun juga aku bersyukur banget terlahir sebagai orang Indonesia yang negaranya sangat bisa disebut gemah ripah loh jinawi. Tentunya tiap negara itu punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing, namun dengan mengunjungi Singapura ini aku jadi belajar banyak hal dari negara mereka yang mungkin bisa kita tiru di negara ini.

Jika boleh menyusun sebuah kalimat tentang Singapura, mungkin inilah kata-kata yang bisa menggambarkannya :

Sebuah negara kecil yang sangat maju dan modern yang dimana masyarakatnya benar-benar bersikap dan berpikiran maju

Hal yang aku pelajari dari Singapore :

1. Tertib


Pedestrian yang tertata rapih
Bahkan tanpa perlu polisi pun, masyarakat sana taat banget sama yang namanya aturan, disana kita ga akan nemu motor saling salip atau kebut-kebutan, para pengemudi kendaraan disana sangat menghormati pejalan kaki. Selain itu, disana ga ada masyarakat yang buang sampah sembarangan. Salut!

2. Hobi Berjalan Kaki


Jalanan yang lenggang di pusat kota Singapura
Sebagian besar masyarakat sana teh lebih suka jalan kaki dan naik kendaraan umum ketimbang naik kendaraan pribadi. Berbanding terbalik banget sama Indonesia :D

3. Serba Modern


Salah satu bus MRT yang aku naiki kemarin
Dari semua tempat wisata yang aku kunjungin, semuanya selalu terdapat eskalator. Bahkan selama di Singapura aku hampir tidak naik turun tangga sama sekali. Bus-bus disana juga sistem pembayarannya terintegrasi sama e-card, jadi tiap naik dan turun dari bus kita cuma nge-tap aja, ga perlu repot-repot bayar ke supirnya. Oh ya, sebelumnya kita harus membeli e-card nya dulu, dan kebetulan aku kemarin beli di stasiun MRT dekat Changi Airport.

4. Workaholic
Ini satu hal yang aku salut dari Singapura, para pekerja dan petugas disana itu disiplin dan totalitas banget sama pekerjaannya alias workaholic, sampe hal-hal terkecil pun mereka perhatiin. Salah satu contohnya, pas aku berangkat dari bandara Soekarno Hatta, minuman dan gunting yang notabene termasuk barang terlarang ketika dibawa ke pesawat, justru berhasil aku bawa sampai ke Singapura, tapi pas penerbangan dari bandara Changi Singapore menuju Soetta justru minumanku dibuang ke tong sampah dan gunting ku pun disita sama petugas nya. Dari sini bisa kita simpulkan kenapa Singapura maju :D

Jepretan lainnya...

Dimanapun berada, Persib salawasna

Founding father Indonesia, patung presiden pertama kita yang dipajang di Madame Tussauds

Nah, mungkin segitu dulu sharing kali ini. Lost in Singapore ini benar-benar bikin aku belajar tentang arti hidup, bagaimana sebuah negara kecil seperti Singapura bisa maju dengan kesadaran warganya. Aku yakin, Indonesia juga pasti bisa. Doakan ya semoga bisa istiqomah menulis di blog ini hehe.
Sampurasun! :)
Continue Reading...
 

Eh, pernah gak ngalamin?

Jualan, dicibir mulu.

Partneran, ditipu mulu.

Rekrut karyawan, nyusahin mulu.

Prospekan, di-PHP-in mulu.

Ngiklan, boncos mulu.

..dan hal-hal menjengkelkan lainnya.

Gimana, pernah? Apa perasaannya?

Kesel bin dongkol banget, kan?

Nah, itu...

Padahal, itu lumrah banget dan pasti terjadi pada setiap pengusaha, seperti kita...

Masalahnya, gak semua orang "nyadar diri" akan hal itu. Sialnya, mereka ngeluh dan selalu baper setiap kali ditempa permasalahan tersebut.

Gampangnya, kalau emang gak siap begitu, ya gak usah bisnis. Ngaryawan aja sana!

Bahkan, karyawan pun banyak permasalahannya, misalnya:
Gaji, segitu-gitu aja. Dikit...
Kerjaan, gitu-gitu aja. Bosen...
Gajian, cuma bisa nutupin cicilan.
Liburan, mesti nunggu akhir pekan.
...dan hal-hal sejenisnya.

Ini gak akan kelar-kelar urusannya. Karena apapun profesinya, pasti ada masalahnya. Bener gak? Cek aja, PASTI. Pasti!

Balik lagi ke bisnis.
Ingat, bisnis itu gak pernah punya masalah. Bisnis itu benda mati, gak ada nyawanya, yang dihuni oleh mahluk hidup bernyawa bernama Manusia.

Artinya, kalau bisnisnya terasa bermasalah, ya manusianya lah yang bermasalah.

Dan dalam bisnis, manusia-manusia (tim Anda) itu gak bisa disalahin gitu aja. Kenapa?

Selaku leader/owner, Anda lah yang harus bertanggung jawab atas semuanya.

Kalau jualannya dicibir mulu, ya ubah cara jualannya. Pelajari lagi gimana caranya supaya orang nyaman dengan jualan kita. Mereka mau dengerin kita, mereka mau baca penawaran kita, dan mereka mau bertransaksi dengan kita.

Pelajari lagi ilmunya. 

Sampai ngerti, sampai ahli.

Kalau partneran ditipu mulu, ya harus lebih hati-hati lagi kedepannya. Jangan emosian dalam ngambil keputusan. Pasang alarm yang kuat dalam diri Anda.

Jangan mentang-mentang temen deket, ajakannya diambil gitu aja.

Jangan mentang-mentang yang nawarin ustadz, tawaran bisnisnya disikat gitu aja.

Jangan mentang-mentang yang invest kerabat dekat, uang investasinya diterima gitu aja. Itu emosional namanya.

Jangan begitu. Kudu cek track recordnya dulu. Harus jelas hitung-hitungannya.

Lha, emang ribet.

Tapi mending ribet di awal tapi enak di akhir, daripada nyantai di awal tapi enek di akhir. Ditipu... Masih mau? Enggak kan... yaudah.

Kalau punya karyawan nyusahin mulu, ya ubah cara rekrutmen dan pembinaannya. Jangan cuma asal rekrut.

Jangan mentang-mentang lagi butuh cepat, akhirnya yang penting asal dapat. Gak gitu cara mainnya. 
Anda harus punya sistem rekrutmen yang bener. Gak bisa seenak jidat. Ya kecuali entar kedepannya siap disusahin.

Ibarat kata, ada gak adanya mereka gak ngefek. Malah, lebih nyusahin. Kok bisa? Ya Anda nya yang salah. Gak mau capek buat sistem rekrutmen yang bener di awal. Terima aja udah...

Kalau prospekan di-PHP-in mulu, ya jangan ngarep. Berharaplah hanya pada Allah, jangan ke pembeli. Kecewa itu ada karena ada harapan. Salah ente, ngarep...

Kalau ngiklan boncos mulu, ya belajar lagi FB Ads nya yang bener. Tekun. Ngulik. Riset yang bener. 

Belajar copywriting yang bener. Split test yang bener.
Gitu... Gitu terus.

Jangan dikit-dikit, ngeluh. Dikit-dikit, baperan. Halah, mental tempe. Ngimpi omset miliaran, bawaan mentalnya masih recehan dan banyak menyalahkan. Memalukan!

Eits, udah jangan kesel gitu.
gak usah kesinggung dan gak usah baper pas baca tulisan ini. Saya gak lagi ngomong sama Anda kok, tapi pada seseorang yang belum "nyadar" bahwa dirinya perlu belajar dan berhenti menyalahkan.

Keep responsibility to your business...

Kudu tanggung jawab.

Kudu ngaca!

Bisnis Anda adalah cerminan diri Anda sesungguhnya...

Demikian ceramah bisnis hari ini. 

Wal'afwu minkum, wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh...

Written by : Dewa Eka Prayoga
Continue Reading...
 
*ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN*

Jika tiba-tiba kondisi ekonomi "down", saya selalu terhibur mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk.

Suatu ketika Rasulullah Saw berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya.

Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.

Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk syurga lebih awal.


Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh.

Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat r.hum tadi dengan harga kurma bagus.

Semuanya bersyukur..Alhamdulillah..kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf.

Sahabat gembira.
Abdurrahman bin Auf r.a pun gembira.
Semua happy!

Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.
Abdurrahman bin Auf r.a gembira juga sebab...berharap
jatuh miskin!
MasyaAllah..hebat.
Coba kalau kita?
Usaha goyang dikit, udah teriak tak tentu arah.
Abdurrahman bin Auf r.a merasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin.
Namun.. Subhanallah..Rencana Allah itu memang terbaik.. Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.
Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang bisa menyembuhkannya adalah KURMA BUSUK !

Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.
Allahuakbar..Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal.

Benarlah firman Allah: "Wahai manusia, di langit ada rezki bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian " (Qs. Adz Dzariat, 22 )

Jadi..yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk?
ALLAH Swt lah yang Memberi Rezeki.

Semoga bermanfaat dan menjadi amal kebaikan 😉😉
Continue Reading...
 

Mulai dari diri sendiri..
Mulai dari hal kecil..
Mulai dari sekarang..

FOCUS = Follow One Course Until Success
Continue Reading...
Previous PostPostingan Lama Beranda