Arigatou Japan : Cerita Tentang Mimpi, Odaiba, dan Mualaf Jepang

2 comments
Rohmatullah.com - Sampurasun! Setelah sekian lama vakum nulis di blog ini, akhirnya bisa kembali lagi walaupun gak ada yang nunggu sih hehe. Tapi tak mengapa, karena tujuan ku menulis bukan untuk semata-mata disukai orang, yang terpenting adalah aku menulis apa yang aku pikirkan dan apa yang aku suka. Semoga ada banyak manfaat ya dari yang aku share kali ini.


Kali ini aku mau cerita tentang perjalananku beberapa waktu lalu di Jepang. Ya, aku amat sangat bersyukur... karena Allah SWT dengan segala keajaibannya membuatku bisa mewujudkan impian ini. Impian pergi ke Jepang.


ALHAMDULILLAH..

Finally, Dreams Come True.

Jepang bukan mimpi lagi bagiku, tepat Juli 2018 lalu aku berhasil menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di negeri Sakura. Walaupun sebelumnya aku masih belum tahu kapan aku bisa ke Jepang mengingat harga tiket yang cukup mahal. Selama bertahun-tahun aku cuma bisa berkhayal dan berdoa semoga mimpiku ini terwujud.

Sungguh Allah Maha Pengasih, dengan caranya yang tak disangka-sangka akhirnya aku bisa pergi ke Jepang.  Mengunjungi negara ini merupakan impianku sejak lama, ini salah satu dream note ku ketika kelas 3 SMA.



Mualaf Jepang Memberikanku Sebuah DVD


Ada momen yang berkesan bagiku ketika jumat yang cerah menjelang waktu sholat jumat di Tokyo Camii, masjid terbesar di Tokyo. Ketika itu ada seorang sepuh Jepang yang tiba-tiba saja menghampiriku yang sedang terduduk di teras masjid. "Sudah pernah dapat DVD ini?" tanya beliau kepadaku dengan bahasa Indonesia yang cukup lancar. "Belum." ujarku kala itu. Dengan senyuman tulusnya sepuh Jepang ini memberikanku sebuah DVD Islami yang didalamnya terdapat audio dan video tentang Islam. Beliau bernama Shigeru Shimoyama

Hatur nuhun Shigeru Simoyama-san

Setelah aku telusuri di internet Shigeru Simoyama adalah seorang mualaf Jepang yang sudah cukup lama mengenalkan Islam di negeri Sakura. Masya Allah, semangatnya mengajarkan dan mengenal Islam di Jepang sangatlah luar biasa. Dan ini ada video yang aku rekam ketika beliau menyampaikan sesuatu sebelum sholat Jumat di Tokyo Camii dengan menggunakan bahasa Jepang.



The Friendliness / Keramahan Yang Membuatku Ingin Lagi Mengunjungi Negara Ini

Bukan cuma sekali dua kali, tapi beberapa kali orang Jepang benar-benar membantuku ketika travelling disana. Ketika aku bertanya arah jalan maka dengan senang hati mereka membantuku, bahkan beberapa kali sampai mengantarkan aku ke tempat tujuan. Oh Allah, walaupun mereka mayoritas tidak beragama tapi kepribadiannya sungguh agamis sekali. Keramahan itu benar-benar membuatku jatuh hati pada negara ini.

Jepang bukan sekedar negara penghasil anime, kendaraan bermotor, atau barang elektronik super canggih. Tapi lebih dari itu, negara ini mengajarkan kita tentang "Mindful of the others". Walaupun mayoritas dari mereka bukanlah seorang muslim, tapi karakter dan kepribadiannya sangat mencerminkan muslim sekali. Sebagai seorang muslim, aku merasa tertampar dengan karakter yang diperlihatkan orang-orang Jepang. Menurutku inilah salah satu manfaat dari travelling ke luar negeri, bisa banyak belajar hal baru, budaya baru, dan segala sesuatu yang tidak ada di negara kita.

Odaiba, Ueno, dan Gemerlap Akihabara

Odaiba adalah sebuah pulau buatan di Teluk Tokyo, yang menghubungkan pusat kota Tokyo dengan jembatan Rainbow.

Sedangkan, Ueno adalah rumah bagi beberapa situs budaya terbaik Tokyo, termasuk Museum Nasional Tokyo.

Kamu penyuka anime? Gundam? atau barang elektronik khas Jepang seperti Sony? Akihabara adalah tempat yang sangat sayang untuk dilewatkan

Sore hari di Palette Town, kawasan Odaiba yang sedang dirundung angin cukup kencang saat itu

Everywhere. Kemanapun kita melangkah selalu ada sepeda yang terparkir di sisi jalan


Suasana pedestrian di Jepang. Nyaman sekali buat jalan kaki, suatu hari nanti Indonesia pasti bisa seperti ini

Bus menuju Asakusa yang cukup sepi kala itu. On time dan supirnya ramah sekali

Salah satu ciri khas rumah di Jepang.

Stasiun kereta terdekat dari hotelku, Ueno Station. Dari bandara Narita ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam 20 menit untuk sampai kesini dengan kereta Keisei Main Line.

Suasana jalanan yang sepi di kawasan Ueno



Look at the rainbow bridge. Sayang sekali ini foto di pagi hari, kalau malam jembatan itu menyala warna-warni.

Finally, merasakan sensasi menyebrang diantara ribuan orang tiap menitnya di penyebrangan jalan tersibuk di dunia, "Shibuya Scramble Crossing". Banyak sekali wisatawan dari seluruh penjuru dunia untuk sekedar take selfie disini.

Akihabara Electric Town. Surganya anime dan manga.


Entah kenapa suka sekali melihat pemandangan sepeda yang terparkir di pinggir jalan seperti ini. Walaupun Jepang terkenal dengan produk otomotifnya yang mendunia, tapi masyarakatnya lebih suka berjalan kaki atau naik sepeda.


In the end, Japan touch my heart so deeply. Their amazing nature, their wonderful  people, their superb infrastructure. Someday, I will be there again. Arigatou Japan!
Previous PostPosting Lama Beranda

2 komentar

  1. Keren. Sangat menginspirasi. Saya suka tulisan kamu. Salam kenal rohmatullah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah rafif kumaha damang? Udah lama euy ga futsal bareng lagi

      Hapus